Dosen Akuntansi Universitas Pamulang menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat tentang pembukuan sederhana untuk wirausahawan masa depan.
Published on: 28 Apr 2026

Berita
Tangerang
Selatan, 26 April 2026 – Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan
Tinggi, Universitas Pamulang melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis
menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema
"Pengenalan Pembukuan Sederhana untuk Entrepreneur Masa Depan" di
Pondok Pesantren Nurul Ihsan, Tangerang Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada
hari Minggu ini diikuti dengan antusias oleh para santriwan dan santriwati
pondok pesantren setempat.
Kegiatan
PKM ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Aditya Riky Nugroho, S.E., M.Ak,
bersama sejumlah dosen dan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas
Pamulang. Acara dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Ihsan yang
berlokasi Kp. Momonggar RT.01 RW.01, Kel. Kranggan, Kec. Setu, Kota Tangerang
Selatan, Banten.
Dalam
sambutannya, Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk
membekali para santri dengan pengetahuan dasar tentang pembukuan keuangan
sederhana serta pemahaman perpajakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM). "Pondok Pesantren Nurul Ihsan tidak hanya fokus pada
pendidikan agama, tetapi juga berupaya membekali santri dengan keterampilan
hidup (life skills), termasuk kewirausahaan. Kami hadir untuk memberikan
pemahaman bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci keberhasilan
usaha," ungkap Aditya Riky Nugroho.
Materi
yang disampaikan Irwan Setiawan, S.E., M.M. dalam pelatihan ini
mencakup: pentingnya pembukuan sederhana bagi UMKM, langkah-langkah praktis
membuat laporan keuangan, serta tata cara perhitungan dan pelaporan pajak UMKM
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 dengan tarif Pajak
Penghasilan final sebesar 0,5% dari peredaran bruto. Para peserta juga
diberikan simulasi sederhana tentang pencatatan transaksi, pembuatan neraca
saldo, laporan laba rugi, dan pemisahan antara catatan piutang dan utang.
Kegiatan
dilaksanakan dengan metode presentasi interaktif, diskusi kelompok, serta sesi
tanya jawab. Para santri terlihat sangat antusias mengajukan pertanyaan terkait
bagaimana memulai usaha setelah lulus pesantren, cara memisahkan keuangan
pribadi dan usaha, serta kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh pelaku
UMKM pemula.
Salah satu
peserta, Santri Nurul Ihsan mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.
"Selama ini saya hanya tahu cara berjualan, tetapi tidak pernah paham
bagaimana mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan benar. Setelah mengikuti
pelatihan ini, saya jadi paham bahwa pembukuan sederhana itu penting untuk
mengetahui apakah usaha saya untung atau rugi," ujarnya.
Pengurus Pondok Pesantren Nurul
Ihsan, KH. M Sobari menyampaikan
apresiasi yang tinggi kepada tim pengabdi dari Universitas Pamulang. "Kami
berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi program
pendampingan rutin bagi santri yang akan terjun ke dunia wirausaha. Pengetahuan
tentang pembukuan dan pajak adalah bekal penting agar mereka kelak bisa mandiri
secara ekonomi."
Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Pamulang dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pesantren, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang melek keuangan, jujur dalam berusaha, dan patuh terhadap kewajiban perpajakan sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air.
Penulis
Juli Ismanto




