Cerdas Kelola Uang, Ibu PKK Cinere Belajar Hitung Bunga Pinjaman dari Mahasiswa UNPAM
Published on: 15 Jul 2026

Berita
Perkumpulan ibu-ibu PKK di Posyandu Kecamatan Cinere,
Kota Depok, mengikuti kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh
mahasiswa akuntansi UNPAM pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan bertema “Cerdas
Mengelola Keuangan: Edukasi Perhitungan Bunga Pinjaman demi Keamanan Finansial
Keluarga” ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya
dalam memahami risiko dan perhitungan bunga pinjaman.
Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan serta lebih selektif dalam memilih produk pinjaman. Pemahaman yang baik mengenai bunga pinjaman dinilai penting guna menjaga stabilitas finansial keluarga dan menghindari risiko utang yang memberatkan.
Dalam penyampaian materi, sesi edukasi diawali dengan penjelasan mengenai pengertian pinjaman, jenis-jenis bunga, serta pentingnya memahami risiko yang menyertainya. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan kondusif, dengan peserta yang mengikuti materi secara fokus serta aktif memperhatikan arahan dari pemateri.
Untuk memperkuat pemahaman, penyelenggara membagikan lembar kerja (worksheet) kepada para peserta. Melalui lembar kerja tersebut, ibu-ibu PKK dapat langsung mempraktikkan cara menghitung bunga pinjaman serta mensimulasikan kondisi keuangan apabila mengambil pinjaman. Metode ini dinilai efektif dalam membantu peserta memahami materi secara lebih konkret dan aplikatif.
Ketua PKK setempat, Ibu Mawarni, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK karena memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang cara mengelola keuangan keluarga, khususnya dalam menghitung bunga pinjaman agar tidak terjebak dalam masalah keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pembimbing, Ibu Intan Rahma Sari, S.E., M.Ak., menegaskan pentingnya edukasi keuangan bagi masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para ibu PKK dapat lebih memahami cara menghitung bunga pinjaman serta lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan terkait risiko yang timbul dari bunga pinjaman,” tuturnya.
Kegiatan ini berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama sesi edukasi hingga praktik melalui lembar kerja. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sehingga mampu menciptakan keluarga yang lebih mandiri dan tangguh secara finansial.
Sebagai penutup, kegiatan ini tidak hanya memberikan
pengetahuan teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis
yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman
yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan risiko pinjaman, diharapkan
para ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dalam keluarga maupun lingkungan
sekitar dalam mewujudkan kemandirian finansial.




