Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Kemenkeu Gelar Kuliah Umum "LIKE IT" di Universitas Pamulang
Published on: 24 Sep 2026

Berita
TANGERANG SELATAN, RM.ID- Arus digitalisasi yang masif membuka akses layanan keuangan kian luas,
namun sekaligus menyimpan risiko besar bagi masyarakat yang minim literasi.
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Stabilitas
dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) menggelar acara "Kuliah Umum dan
Talkshow Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT)" di Auditorium
Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan edukasi keuangan berskala besar ini diikuti oleh ribuan mahasiswa Universitas Pamulang yang berasal dari seluruh fakultas dan program studi. Ribuan mahasiswa tampak antusias memadati lokasi acara sejak pagi untuk menyerap wawasan strategis mengenai tata kelola keuangan personal maupun makro di era digital. Forum ini menjadi wadah sinergi strategis antara pemerintah, otoritas sektor keuangan, dan institusi pendidikan untuk membentengi generasi muda dari jerat kejahatan finansial, seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong.
Esensi Literasi Keuangan Digital
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu,
Herman Saheruddin, Ph.D., hadir menyampaikan kuliah umum bertajuk ”Cerdas dan
Bijak Mengelola Keuangan di Era Digital”. Dalam paparannya, Herman memberikan
perspektif mendalam mengenai relasi manusia dengan teknologi finansial. Ia
menegaskan bahwa kendali utama transaksi keuangan tetap berada di tangan
pengguna, bukan pada teknologi yang digunakan.
"Teknologi memudahkan, kita yang menentukan hasilnya," tegas Herman di hadapan para mahasiswa. Lebih lanjut, Herman menggarisbawahi bahwa tingkat literasi masyarakat tidak boleh berhenti pada batas tahu, melainkan harus sampai pada tahap pemahaman yang utuh dan berdampak pada perilaku harian. "Esensi literasi bukan sekadar mengetahui, melainkan memahami agar mampu memilih dan bertindak secara bijak. Hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak," pesannya yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Keterangan Foto: Jajaran pejabat Kementerian Keuangan, pimpinan Yayasan
Sasmita Jaya, dan Rektorat Universitas Pamulang berfoto bersama usai pembukaan
Kuliah Umum LIKE IT.
Apresiasi Akademisi dan Tantangan Perilaku Konsumtif
Inisiatif Kemenkeu menyapa civitas akademika kampus mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan perguruan tinggi. Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. Pranoto, SE., MM., menyatakan bahwa kolaborasi edukasi ini sangat selaras dengan visi yayasan untuk tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, melainkan juga melek finansial dan siap menghadapi turbulensi ekonomi masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unpam, Dr. E. Nurzaman AM., MM., M.Si., menyoroti kerentanan mahasiswa di tengah gempuran tren gaya hidup konsumtif. Ia berpesan agar mahasiswa mampu mengaplikasikan substansi kuliah umum ini dalam kehidupan sehari-hari.
"Mahasiswa kerap menjadi sasaran empuk karena minimnya literasi. Pemahaman keuangan adalah tameng utama. Mahasiswa harus mampu membelanjakan uang sesuai dengan kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Jangan sampai masa depan rusak akibat terjebak perilaku konsumtif," ungkap Nurzaman.
Sinergi Empat Pilar Otoritas Keuangan
Melengkapi wawasan para peserta, acara dilanjutkan dengan sesi kedua berupa Talkshow LIKE IT yang menghadirkan perwakilan dari empat pilar otoritas keuangan di Indonesia. Keempat narasumber membedah isu inklusi serta stabilitas sektor keuangan dari kacamata institusi masing-masing.

Keterangan Foto: Empat narasumber dari Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS
memaparkan materi pada sesi talkshow LIKE IT Leaders Insight di hadapan
mahasiswa Unpam
Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria
Kemenkeu, Ibu Yani Farida Aryani, menekankan krusialnya proteksi finansial
sejak dini. "Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mulai memahami
pentingnya mitigasi risiko keuangan. Merencanakan masa depan tidak hanya soal
menabung, tetapi juga memahami fungsi proteksi dari asuransi serta instrumen
dana pensiun agar kesejahteraan masa tua tetap terjamin," ujar Yani.
Dari perspektif pasar keuangan, Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Bapak Indra Gunawan, menyoroti peran aktif generasi muda dalam pendalaman pasar nasional. "Pengembangan pasar keuangan yang tangguh dan inklusif membutuhkan partisipasi aktif generasi muda. Bank Indonesia terus mendorong inovasi instrumen keuangan dan digitalisasi agar lebih mudah diakses oleh mahasiswa, sehingga Anda semua dapat menjadi investor yang cerdas di negeri sendiri," jelas Indra.
Sementara itu, menanggapi maraknya kejahatan finansial yang kerap menyasar anak muda, Plt. Direktur Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, Bapak Andi Muhammad Yusuf, memberikan peringatan tegas. "Tingkat literasi keuangan yang baik adalah benteng utama. OJK terus memperkuat edukasi masyarakat agar mahasiswa tidak mudah tergiur iming-iming investasi bodong maupun jebakan pinjaman online ilegal yang dapat merusak masa depan finansial," tegas Andi.
Melengkapi pilar stabilitas perbankan, Direktur Group Pemeriksaan Bank Lembaga Penjamin Simpanan, Junior Renhard B. Simorangkir, memaparkan pentingnya kepastian keamanan dalam sistem perbankan. "Literasi mengenai penjaminan simpanan sangat krusial. LPS hadir untuk menjamin simpanan nasabah, sehingga masyarakat, termasuk rekan-rekan mahasiswa, tidak perlu ragu atau khawatir untuk menabung di bank. Keamanan dana Anda adalah prioritas kami," pungkas Junior.
Dibanjiri Ribuan Mahasiswa, Lobi Kampus Viktor Dijejali Booth Edukasi
Finansial
Tak hanya berlangsung di dalam auditorium, kemeriahan rangkaian acara LIKE IT juga meluap hingga ke area lobi utama Gedung Kampus Unpam Viktor. Di lokasi ini, digelar pameran interaktif berupa booth-booth edukasi dan layanan keuangan yang dibanjiri ribuan mahasiswa sejak pagi hingga sore hari.
Deretan booth tersebut diisi oleh berbagai entitas strategis di sektor keuangan nasional. Di antaranya Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan. Selain itu, berdiri pula booth dari empat otoritas keuangan utama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta deretan bank milik negara yang tergabung dalam Bank Himbara.
Melalui keberadaan booth interaktif ini, mahasiswa dapat berkonsultasi secara langsung mengenai perencanaan keuangan, mengenal ragam produk perbankan digital yang aman, hingga menggali informasi komprehensif terkait akses beasiswa LPDP dan program pengembangan kapasitas pemuda.
Kehadiran empat representasi pilar keuangan bersama ekosistem pendukungnya ini memberikan pemahaman holistik bagi mahasiswa, mulai dari pentingnya merencanakan masa depan melalui proteksi asuransi dan dana pensiun, memahami dinamika pasar keuangan makro, mewaspadai modus kejahatan sektor jasa keuangan, hingga jaminan keamanan simpanan masyarakat di perbankan.
Acara yang didukung oleh jajaran Bank Himbara serta lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan ini diharapkan menjadi katalisator bagi terwujudnya generasi muda Indonesia yang tidak hanya cakap secara digital, melainkan juga tangguh dan cerdas secara finansial.




