PKM BERSAMA IKATAN CENDEKIAWAN MUDA AKUNTANSI (ICMA) DI DESA PAGEDANGAN

By admin 19 Jan 2024, 11:31:17 WIB PKM Dosen
PKM BERSAMA IKATAN CENDEKIAWAN MUDA AKUNTANSI (ICMA) DI DESA PAGEDANGAN

Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA) yang beranggotakan dosen-dosen akuntansi dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, sukses menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Tim pengabdi terdiri dari dosen-dosen dari berbagai universitas di bawah nauangan ICMA pada kesempatan ini bermitra dengan Pengurus Rukun Warga 04 Sektor III Bumi Puspitek Asri, Desa Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pada kesempatan ini ICMA mengusung PKM dengan tema besar, “Penguatan UMKM melalui Perspektif Akuntansi di Desa Pagedangan” yang di dalamnya memayungi 3 sub tema yang dibawakan oleh tiga kelompok dosen-dosen pengabdi yang masing-masing kelompok terdiri dari delapan (8) orang dosen pengabdi. Masing-masing sub tema yang dipaparkan adalah: (1) Kelompok 1 dengan tema, “Pengenalan Keberlanjutan Usaha dengan Perhitungan HPP yang Wajar pada Pelaku UMKM di Desa Pagedangan” , (2) Kelompok 2 dengan tema, “ Pengenalan Dasar Akuntansi dan Legalitas Usaha EMKM guna Perluasan Segmen Pasar para Pelaku UMKM di Desa Pagedangan” ; (3) Kelompok 3 dengan tema, “ Pengenalan Digitalisasi Akuntansi Sederhana dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing dan Akses Pasar bagi Pelaku UMKM di Desa Pagedangan.” PKM dibuka oleh ketua ICMA Bpk. Rafles Ginting, yang menyatakan bahwa penyelenggaraan PKM dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan tentang dasar-dasar akuntansi sederhana seperti perhitungan Harga Pokok Produksi pada Pelaku UMKM di Desa Pagedangan. Peserta PKM juga kebanyakan peserta yang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbagai produk seperti aneka kripik, minuman jamu dan rempah-rempah, dan kerajinan tangan berupa bunga hias seharusnya menghitung HPP dengan baik sehingga dapat membuka harga yang wajar dan bersaing. PKM juga dilatar belakangi dengan minimnya pengetahuan tentang legalitas usaha dan memasarkan produk melalui sosial media beserta aplikasi digital untuk pembukuan sederhana. Diharapkan para peserta setelah mengikuti materi pengenalan yang dibawakan oleh  dosen pengabdi, menjadi lebih memahami pentingnya legalitas usaha dan pengetahuan dasar-dasar akuntansi seperti bagaimana cara perhitungan HPP yang wajar untuk usahanya sehingga dapat maksimal dalam menghasilkan keuntungan dan berkembang di masa depan.

Pemilihan Desa Pagedangan, Kabupaten Tangerang  sebagai lokasi PKM dikarenakan memiliki  Taman Tanaman Obat Keluarga (Taman Toga)  tepatnya pada Bumi Puspitek Asri Sektor III RW 04 yang dibangun pada tahun 2015. Taman toga ini merupakan destinasi wisata edukasi, taman terbesar dan taman toga terbaik pada tahun 2016 dan 2019 se-Provinsi Banten. Pada taman seluas lebih kurang 8.000-meter persegi ini terdapat  200 jenis obat tanaman obat  dan  tanaman  -  tanaman langka yang banyak belum diketahui masyarakat Indonesia seperti Miana, (Dilla, 2020). PKM ini diselenggarakan di Riung Rindang, semacam gazebo di lokasi Taman Toga tempat untuk berbagai macam pelatihan dan pertemuan warga yang dihadiri kurang lebih 75 peserta.

Materi Kelompok 1 dipresentasikan oleh narasumber Riri Rumaizha S.E., M.Ak, dosen dari Politeknik LP3I  tentang disambut baik dan antusias oleh peserta, yang banyak bertanya terkait perhitungan HPP untuk masing-masing produk mereka. Materi Kelompok 2 dibawakan oleh Afridayani, S.E., M.M., M.Ak dari Universitas Pamulang yang juga disambut baik oleh peserta yang sangat ingin mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan legalitas usaha mereka, demikin juga halnya dengan materi kelompok 3 yang dipaparkan oleh Fransisca Hanita Rusgowantu, S.Kom., M.Ak., CertDA dari Universitas Bina Nusantara, yang memberikan pengenalan digitalisasi akuntansi sederhana dengan aplikasi yang sudah tersedia secara online. Peserta berharap pengenalan awal ini dapat dilanjutkan dengan PKM lanjutan yang bersifar bimbingan sehingga dapat membimbing mereka lebih baik dalam menerapkan tidak hanya legalitas usaha dan perhitungan HPP tetapi juga standar akuntansi keuangan EMKM dan aplikasinya menggunakan aplikasi yang tersedia secara online untuk dapat digunakan untuk mengembangkan dan memperluas usahanya di era digital.

Penulis : Wiwit Irawati




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment