KELAS TAX CENTER “Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SPT PPh Pasal 21”

Penulis : Muhamad Reza Turaiahan Wahab

whatsapp-image-2021-09-29-at-15-52-40

Indonesia merupakan salah satu Negara yang sedang berkembang dan pemerintah memerlukan sumber penerimaan yang cukup besar untuk dapat membiayai pengeluaran Negara, baik pengeluaran rutin atau pengeluaran pembangunan yang berada di pusat dan daerah. Salah satu penerimaan Negara yang terbesar dan paling dominan sampai saat ini berasal dari sektor perpajakan.

Sumber penerimaan Negara dari sektor pajak ada banyak macamnya. Salah satunya adalah Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21), di mana PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri.

Orang pribadi dengan status subjek pajak dalam negeri yang memperoleh penghasilan dalam bentuk apapun dikenakan PPh pasal 21, keadaan ini mewajibkan wajib pajak memotong, menyetorkan dan melaporkan Pajak penghasilan mereka baik sebagai pegawai maupun bukan pegawai, termasuk penerima pensiun. Dalam pelaporannya pajak dapat disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP) di mana wajib pajak terdaftar dengan cara mengisi formulir dengan lengkap dan jelas, menghitung jumlah pajak terhutang dengan benar, membayar dan melaporkan pajak yang terhutang tepat pada waktunya.

Perkembangan era globalisasi sekarang ini ditandai oleh berbagai macam perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh yang sangat terlihat dan kontras yaitu perkembangan di bidang teknologi yang semakin berkembang pesat. Kemajuan teknologi modern khususnya bidang elektronika, membawa kemudahan dalam melaksanakan tugas-tugas kearsipan. Salah satu pengaruh kemajuan teknologi terhadap bidang kearsipan yaitu dengan adanya inovasi baru pada proses pengarsipan yaitu arsip elektronik. Kelebihan utama dari arsip elektronik tentu saja lebih praktis dan memiliki tingkat risiko yang lebih kecil. Mengantisipasi perkembangan informasi dan teknologi tersebut, Dirjen Pajak berusaha untuk memenuhi aspirasi wajib pajak (WP) dengan mempermudah tata cara pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT).

Secara umum, e-filing melalui situs Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang beralamatkan di www.pajak.go.id, adalah sistem pelaporan SPT menggunakan sarana internet tanpa melalui pihak lain dan tanpa biaya apapun, yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memberikan kemudahan bagi WP dalam pembuatan dan penyerahan laporan SPT kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah. Dengan e-filing, Wajib Pajak tidak perlu lagi menunggu antrian panjang di lokasi dropbox maupun Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Hal ini merupakan salah satu terobosan baru pelaporan SPT yang digulirkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk membuat Wajib Pajak semakin mudah dan nyaman dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Maka dengan ini, kami Tax Center Universitas Pamulang mengadakan kegiatan rutinitas yaitu Kelas Tax Center (KTC) yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SPT Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Harapannya kegiatan ini dapat diikuti oleh wajib pajak khususnya mahasiswa/i Universitas Pamulang dan masayarakat umum. Dalam kegiatan tersebut kami beri tema “Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SPT PPh Pasal 21”.

whatsapp-image-2021-09-29-at-15-52-52

Kegiatan KTC yang diselenggarakan oleh Tax Center kali ini dilaksanakan pada 25 September 2021 mulai pukul 09:00 WIB – 11:30 WIB yang dilakukan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, dan diikuti oleh total 78 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen Universitas Pamulang dan beberapa Universitas lain, serta masyarakat umum. Acara ini dimulai dengan pembukaan oleh saudari Ade Yuliani, sebagai pemandu acara/MC diikuti dengan pembacaan do’a oleh saudari Rina Mariana. Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh saudara Muhamad Reza Turaihan Wahab, selaku Ketua Pelaksana, dilanjutkan oleh Ibu Wahyu Nurul Hidayati, S.E., Ak., M.Ak., selaku Ketua Organisasi Tax Center, dan sambutan terakhir yang sekaligus sebagai pembuka acara oleh Ibu Effriyanti., S.E., Akt., M.Si., CA., selaku Kaprodi Akuntansi Program Sarjana Universitas Pamulang.

Selanjutnya sebelum memulai sesi pemaparan materi, saudari Vitha Putri Utami selaku moderator membacakan CV singkat Kaka Alicia Herynda Syamsina dari KKP Tri Agung Tofiq dan Partners sekaligus mahasiswi Universitas Pamulang yang hadir sebagai narasumber dalam acara ini. Pada sesi pemaparan materi membahas tentang Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SPT PPh Pasal 21, mulai dari definisi PPh Pasal 21, apa itu SPT, apa saja syarat isi dari SPT, tata cara penyampaian SPT, peraturan-peraturan, tata cara penginputan SPT dan tata cara pelaporan SPT PPh Pasal 21. Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti secara aktif oleh para peserta.

Dalam sesi tanya jawab ada tiga peserta yang mendapatkan doorprize yang diberikan langsung oleh Kaka Alicia Herynda Syamsina selaku narasumber. Adapun pemenang Doorprize dalam acara kali ini adalah Anis Novita Sari dan Indah Febrianti sebagai penanya terbaik, serta Sinta Martini Dewi sebagai peserta yang menjawab kuis tercepat dan benar. Pemenang mendapatkan saldo OVO/Gopay sebesar Rp50.000,00,- dan Buku yang langsung dikirimkan setelah acara berakhir. Setelah sesi pemaparan materi dan tanya jawab selesai, acara kemudian ditutup oleh saudari Ade Yuliani, selaku MC. Acara berakhir pada pukul 11:30 WIB dengan sukses, lancar dan tetap kondusif. Dengan diadakannya KTC bertema “Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SPT PPh Pasal 21” ini, diharapkan dapat memberi ilmu yang bermanfaat terkait “Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SPT PPh Pasal 21”, terutama bagi wajib pajak untuk melaksanakan peraturan perpajakan yang ada. Kami berharap, acara ini juga akan memberi pengalaman baru kepada panitia dan penyelenggara untuk dapat lebih baik, baik dalam melaksanakan KTC atau kegiatan-kegiatan lainnya.

Edited by : Yulianto