PKM DOSEN DALAM PELATIHAN PENCATATAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA RUMAH MAKAN WSM (WARUNG SAMBELIN MULUTNYA)

Penulis: Ibu Wiwit Irawati

Apa yang terbayang dalam benak pembaca terhadap nama Rumah Makan “WSM (Warung Sambelin Mulutnya)?” Makan lahap dengan sensasi pedas nikmat? Benar, tapi untuk yang tidak terlalu menyukai rasa pedas, jangan khawatir beberapa pilihan menu sambalnya terpisah. Jadi aman, tetap dapat menikmati menu khas WSM yang cabangnya sudah ada di beberapa tempat, seperti di Pondok Indah, Palmerah dan Tanah Abang.

w11

Dengan bertambahnya lokasi Rumah Makan, kompleksitas pekerjaan yang dirasa oleh manajemen WSM semakin bertambah. Hal ini semakin dipicu dengan era digitalisasi yang ditandai dengan kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memaksa penggunanya untuk update ilmu dan ketrampilan sehingga dapat mengikuti arus untuk bertahan, mendapatkan manfaat dan bertumbuh karenanya. Bagaimana organisasi menghadapi dampak digitalisasi dapat menentukan apakah mereka akan kompetitif di masa depan atau tidak, (Bankewitz et al., 2016). Ini juga dirasakan para pengusaha kalangan mikro kecil dan menengah yang biasa disebut UMKM. Selama ini pemilik WSM (sebagai pengusaha UMKM) yakni pasangan suami istri muda, Ibu Ifarida Kuswandari dan Bapak Prayogi Ekky hanya mengandalkan catatan sederhana yang belum memenuhi kaidah Standar Akuntansi EMKM. Saat ini cara demikian sudah dirasakan kurang oleh pemilik, terlebih WSM juga melayani pembeli melalui aplikasi Go Food dan GrabFood.

Salah satu permasalah yang dikeluhkan pemilik adalah cara untuk mencatat persediaan bahan baku. Untuk usaha restoran seperti WSM ini penanganan dan pencatatan persediaan menjadi suatu hal yang penting. Bahan Baku dengan kualitas yang baik akan menghasilkan produk olahan dengan mutu dan rasa yang lezat. Untuk dapat terus menjaga mutu masakan, dan meningkatkan efisiensi persediaan bahan bakunya, WSM membutuhkan sistem pencatatan persediaan bahan baku, dan dasar pengetahuan akuntansi untuk dapat mengetahui dengan lebih mendekati kewajaran untung dan rugi dari proses bisnisnya.

ww1

Pada tanggal 4 Mei 2021, dilakukan meeting dengan pemilik WSM yakni Ibu Ifarida Kuswandari, meeting ini merupakan lanjutan dari meeting informal sebelumnya dan dihadiri oleh Ibu Ifarida selaku pemilik WSM, Ibu Dea Annisa selaku Ketua PKM, Ibu Dila Angraini selaku narasumber, Ibu Zulfa Rosharlianti, Ibu Tri Utami, dan Ibu Wiwit Irawati selaku anggota pengabdi. Pada meeting yang merupakan rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Ibu Dila Angraini selaku dosen narasumber memberikan pemaparan terkait pencatatan persediaan menggunakan aplikasi excel. Persediaan Bahan Baku WSM terdiri dari Persediaan Bahan Baku, Persediaan barang Setengah Jadi dan Persediaan barang Jadi. Dengan aplikasi excel yang sudah terprogram sistematis, pemilik WSM akan dimudahkan dalam proses input data, dan memperoleh laporan Persediaanya dengan lebih cepat dan akurat.

ww12

 

Secara umum kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membekali kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM agar dapat menggunakan akuntansi dengan mudah dalam kegiatan bisnisnya sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan usahanya. Sedangkan secara khusus tujuan PKM untuk WSM adalah : (1) WSM mampu dan terampil dalam melakukan pencatatan persediaan bahan baku sesuai standar PSAK No. 14 tentang akuntansi persediaan bahan baku; (2) WSM mampu melakukan pencatatan persediaan bahan baku dengan menggunakan program MS. Excel sehingga mempermudah proses kontrol terhadap persediaan, terkait dengan diperolehnya laporan yang lebih real time. Dengan laporan yang lebih realtime akan menunjukkan bahwa organisasi beradaptasi dengan dinamika dan kompleksitas lingkungannya, (Ananyin et al., 2019). (Wiwitira, 2021).

 

Editor: Juli Ismanto