PKM DOSEN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LAHAN KOSONG UNTUK BUDIDAYA PENANAMAN VANILI DALAM RANGKA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA SINABUN, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG, PROPINSI BALI.

Penulis: Thom Deutmar Londo Doaly, SE., Ak., CA., M. Ak, Asean CPA

t6

Sejak bulan Agustus 2020 Kementerian Perdagangan mengerahkan para perwakilan perdagangan di luar negeri, yaitu para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) untuk mempromosikan produk-produk vanili bernilai tambah. Hal ini mengingat besarnya potensi Indonesia menjadi basis ekspor vanili terbesar di dunia. Salah satunya dapat tercapai melalui diversifikasi produk ekspor dengan tidak bergantung pada bahan mentah, tapi juga pengembangan hilirisasi produk olahan vanili.

t2

Vanili banyak digunakan sebagai bahan pembantu industri makanan dan pewangi obat-obatan (flavour and fragrance ingredients). Industri makanan menggunakan vanili sebagai penyedap atau penambah cita rasa. Industri makanan yang banyak menggunakan vanili sebagai bahan bakunya antara lain industri biskuit, gula-gula, susu, roti, dan es krim. Industri farmasi menggunakannya sebagai pembunuh bakteri dan untuk menutupi bau tidak sedap bahan-bahan lain. Selain itu, aroma vanili yang harum juga bermanfaat sebagai aroma terapi penyegar tubuh dan aphrodistiac.

t1

Kantor Kepala Desa Sinabun dan BUMDES beralamat di Jalan Raya Keloncing, Desa Sinabun kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali.

Berdasarkan survey dan wawancara dengan Kepala Desa Sinabun (Bapak Nyoman Sumenada), bahwa mengatakan bahwa sangat senang dan antusias apabila dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang Tangerang Selatan berkenan mengadakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di desa Sinabun, mengingat masyarakat dan BUMDES masih banyak yang belum memahami budidaya tanaman vanili yang sering dijuluki dengan emas hijau dan saat ini memiliki prospek ekspor komoditi yang sangat menjanjikan. Selain sosialisasi budidaya vanili juga sangat diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang perpajakan dan akuntansi (pembukuan) bagi kantor kepala desa dan BUMDES serta masyarakat pada umumnya. Tim dosen Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang yang terlibat dalam kegiatan PKM ini terdiri dari: Thom Deutmar Londo Doaly, SE., Ak., CA., M. Ak, Asean CPA, I Ketut Wenten, SE., MM, Alexander Raphael, S. Sos., M. Ak., BKP dan Chaidir Djohar, S.IP., MM.

Sesi awal dibuka dengan kata sambutan oleh Kepala Desa Sinabun Bapak Nyoman Sumenada. Yang sangat mengapresiasi kedatangan tim dosen Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang, dengan harapan bahwa masyarakat Desa Sinabun dan tim BUMDes dapat memperolrh manfaat sebesar-besarnya atas materi yang dibawakan dalam diskusi/tanya jawab.

t3

Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak I Ketut Wenten, SE., MM terkait materi pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya vanili. Bapak I Ketut Wenten, SE., MM mengatakan bahwa tanaman vanili saat ini mempunyai nilai jual yang tinggi dimana penanamannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki warga. Warga sangat antusias untuk bertanya dan Bapak I Ketut Wenten, SE., MM juga merespon dengan baik dan memberikan bukti bahwa tanaman vanili dapat dikembangkan di Desa Sinabun.

t4

Sesi selanjutnya terkait akuntansi dan keuangan dibawakan oleh Bapak Thom Deutmar Londo Doaly, SE. M. Ak., CA., Asean CPA. Pembahasan mengenai akuntansi terkait BUMDes cukup menyita perhatian Bapak Nyoman Sumenda dimana terkait penagihan piutang yang sering terkendala dimasa kini terutama di masa Pandemi Covid-19 ini. Bapak Thom Deutmar Londo Doaly, SE. M. Ak., CA., Asean CPA  beserta tim dosen memberikan pengarahan dan beberapa langkah-langkah dalam penagihan pitang. Kondisi Pandemi Covid-19 ini memang menyebabkan penagihan piutang semakin sulit. Tindakan persuasive lebih utamakan dalam usaha penagihan piutang, setelah itu jika masih kesulitan, dapat dikeluarkan surat peringatan sampai 3 kali. Sampai dengan sanksi jika masih belum berhasil. Untuk kedepannya perlu dipertimbangkan bagi anggota yang meminjam uang atau membeli dengan kredit diarahkan untuk memberikan semacam jaminan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat termotivasi untuk melunasi kredit/pinjamannya karena ada barang yang dijadikan jaminan.

t5

Sesi terakhir ditutup dengan pembahasan terkait perpajakan yang dibawakan oleh Bapak Alexander Rephael, S. Sos., M. Ak., BKP. Materi yang tak kalah menariknya inipun, menjadi perhatian Kepala Desa dan warga yang hadir.

Ed. by J