PKM Dosen Dalam Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan Pada UMKM Q-RATU Produk Olahan Berbahan Tepung

Penulis: Wiwit Irawati, SE, M.Ak.

q2

Pada hari Minggu, tanggal 06 Juni 2021, Tim PKM Universitas Pamulang yang di hadiri oleh Bapak Harry Barli SE., BKP., MM (Ketua PKM), Bapak Drs. Syamsuri, MM., M.Ak. PIA,Bapak  Sofyan Helmi Purba, SE,M., Ak, Ibu Wiwit Irawati, SE, M.Ak. dan Ibu Neneng Hasanah, SE., M.Ak melaksanakan kegiatan PKM dengan Tema “Pendampingan Pembuatan Laporan UMKM”. Dari Pihak Qratu dihadiri oleh Ibu Ani Lizzarni sebagai pemilik Qratu dan Tessa, karyawan Qratu di alamat Qratu yakni Jl. Gema Pesona Estate, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, 16412. Di lokasi ini Qratu berproduksi dan membuka toko untuk memasarkan produk.

PKM dilatarbelakangi kebutuhan UMKM Qratu untuk mengetahui dan akhirnya bisa membuat Laporan Keuangan sederhana sesuai dengan SAK EMKM.  Qratu saat ini belum pernah menyusun Laporan Keuangan, hanya mencatat Laporan Uang Masuk dan Uang Keluar melalui aplikasi “Buku Warung”. Keterbatasan dari SDM dan kurangnya  pengetahuan seberapa pentingnya Penyusunan Laporan Keuangan yang mengakibatkan Qratu belum pernah membuat Laporan UMKM yang seharusnya. Qratu sendiri termasuk usaha produksi rumah tangga, dengan produk merupakan hasil olahan dari tepung, seperti roti, dessert semacam puding  dan salad berbahan dasar buah-buahan, dan aneka kue.

q1

Laporan Keuangan akan membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya melalui informasi-informasi finansial yang ada sehingga UMKM akan terbantu untuk beroperasi dengan lebih efisien. Laporan Keuangan juga merupakan salah satu syarat yang diminta pihak eksternal terkait kebutuhan dana. Seandainya UMKM membutuhkan pinjaman dana pihak lain, semisal Bank ataupun Lembaga Keuangan Lainnya, Laporan Keuangan akan membantu pihak tersebut untuk menilai kondisi dan kelayakan dari calon peminjamnya (debitur).

Melalui kegiatan PKM ini, dosen-dosen Prodi Akuntansi S1 Universitas Pamulang yang tergabung dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat, memberikan pengarahan dan pembelajaran bagaimana cara melakukan perhitungan terhadap biaya produksi, menghitung nilai persediaan,  sehingga dapat diketahui marjin laba dari produk yang dihasilkan sebagai dasar untuk menyusun Laporan Keuangan sederhana seperti yang disyaratkan oleh SAK EMKM.  SAK EMKM ini diharapkan dapat membantu entitas dalam melakukan transisi dari pelaporan keuangan yang berdasar kas ke pelaporan keuangan dengan dasar akrual. SAK EMKM mensyaratkan suatu Laporan Keuangan memuat: (1) Laporan Posisi Keuangan pada akhir periode; (2) Laporan Laba Rugi selama periode; (3) Catatan atas Laporan Keuangan, yang berisi tambahan dan rincian pos-pos tertentu yang relevan, (IAI, 2016).

q3

PKM dilaksanakan dengan metode tatap muka langsung dengan penerapaan protokol COVID yang ketat. Ibu Lizzarni selaku pemilik Qratu menjelaskan kebutuhan dan permasalahan terkait laporan keuangan Qratu yang diharapkan menjadi lebih baik dan terorganisir melalui kegiatan PKM ini.  Tim PKM bergantian memberikan penjelasan mulai dari akuntansi paling dasar dan penerapannya sesuai dengan transaksi yang terjadi pada UMKM Qratu. Sesi PKM ini berakhir pada pukul 13,00 WIB, namun komunikasi masih terjalin melalui aplikasi online. Harapan para dosen pengabdi, Qratu menjadi lebih baik ke depannya dalam penjualan, operasional, dan terutama Laporan Keuangannnya tertata dengan semestinya. (Wiwitira, 2021)

Ed. by J