PKM MAHASISWA PRODI SARJANA AKUNTANSI “MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DIMASA PANDEMI DENGAN MENCIPTAKAN PELUANG USAHA UNTUK MENDAPATKAN LABA “ DI JALAN MERPATI CIPAYUNG – CIPUTAT.

Penulis  : Nurul Fajriyah,Andini Roswanti,  Nandang Ridwan Setiawan, Diana Harahap  ( Mahasiswa UNPAM )

m1

Sejak awal tahun 2020 hingga Sekarang hampir seluruh belahan dunia sedang mengalami pandemi COVID19. Sudah banyak korban berjatuhan akibat virus COVID19 yang penyebarannya begitu cepat. Hampir seluruh sector perekonomian terganggu akibat adanya virus tersebut. Dampaknya menyebabkan dunia di Karantina. Gangguan terhadap dunia usaha, larangan bepergian, penutupan sekolah dan langkah penutupan lainnya membawa dampak kurang baik yang menyebabkan perekonomian menurun dan banyak karyawan harus kehilangan pekerjaannya. Krisis ekonomi juga berdampak pada kondisi kerja, upah dan akses atas perlindungan sosial, dengan dampak negatif khususnya pada kelompok-kelompok tertentu yang lebih rentan terhadap dampak pasar kerja yang buruk.Pandemi juga dapat memiliki dampak ekonomi yang tidak proporsional pada segmen tertentu dari populasi yang dapat memperburuk. Para pekerja ini tidak hanya mengalami kerentanan dalam hal ekonomi, akan tetapi dalam hal kesehatan juga. Mereka cenderung memiliki potensi yang lebih besar untuk tertular virus corona karena harus tetap beraktivitas di tengah wabah yang semakin meluas. Para pengemudi ojek online, pedagang kecil, tukang becak, hingga tukang pijat, mengalami kerentanan tertular karena pekerjaan mereka menuntut untuk berinteraksi dengan banyak orang. Agar kita semua tetap aman tidak beraktivitas di tengah wabah ini tetapi dapat menambah pendapatan (laba).

Dengan ini kami mahasiswa Universitas Pamulang mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dengan tema “MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI MASA PANDEMI DENGAN MENCIPTAKAN PELUANG USAHA UNTUK MENDAPATKAN LABA”.Di mana kegiatan ini adalah bentuk dari rasa kepedulian sosial kami terhadap perekonomian indonesia yang mengakibatkan masyarakat juga terhalang dalam mencari nafkah untuk melengkapi kebutuhan keluarganya .Salah satu bisnis yang cukup potensial untuk dijalankan adalah frozen food atau makanan beku. Selain lebih praktis dan tahan lama, frozen food juga tengah digandrungi oleh masyarakat yang senang membeli makanan instan maupun beku saat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin terjun dalam bisnis makanan beku atau frozen food. Peluang yang di manfaatkan oleh para pebisnis di dunia frozen food mengalami peningkatan penjualan. Selama pandemi, permintaan frozen food seperti sosis, nuget, daging ayam, dimsum meningkat tiga kali lipat. Peminat frozen food produksinya menyebar dari Sabang sampai Merauke. Sistem yang digunakan lebih ke business to business, kita belajar bahwa kita tetap bisa mendapatkan laba di masa pandemi dengan mengurangi resiko penyebaran virus corona karena media pemasaran akan dilakukan secara online.Frozen food dapat menjadi inovasi usaha bagi pelaku UMKM yang relevan untuk dilakukan di tengah situasi pandemi. Semenjak diberlakukannya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di bulan Maret 2020 hingga memasuki masa PSBB menjadikan produk makanan kategori frozen food sebagai alternatif pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Dimsum termasuk salah satu jenis makanan frozen food di masa pandemic dan permintaan dimsum di masa pandemic meningkat karna alasan berikut :

  1. Pengolahan praktis: Aktivitas masyarakat yang mengalami peralihan membuat jadwal kegiatan pun berubah. Misalnya, jika sebelumnya mereka bisa makan siang di luar saat berada di kantor, dengan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH), mereka harus menyiapkan makan sendiri atau memesan makanan lewat aplikasi.Namun, dalam keadaan tertentu, frozen food bisa jadi pilihan yang tepat karena unggul dari sisi kepraktisannya. Konsumen bisa mengolah makanan beku siap saji dengan menggoreng, mengukus, atau merendam makanannya dengan air hangat. Proses ini jauh lebih singkat daripada harus memasak bahan mentah.
  2. Tidak Kehilangan Nutrisi: Siapa bilang setiap makanan beku pasti minim nutrisi? Faktanya tidak demikian. Beberapa produk makanan ini bahkan memiliki nutrisi tinggi. Dikutip dari The Academy of Nutrition and Dietetics, frozen food dapat menyimpan vitamin dan mineral. Produk ini juga tidak mengubah kandungan yang ada di dalamnya. Contohnya dimsum yang akan kaya banyak gizi dan nutrisi.
  3. Tahan Lama: Salah satu keunggulan utama dari frozen food tentunya kemampuan bertahan lebih lama dibandingkan produk makanan lain. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, meski tahan untuk beberapa waktu ke depan, frozen food tetap mempertahankan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Terlebih lagi, dengan pengembangan cara memasak, banyak produk yang sudah tidak menggunakan bahan pengawet kimia untuk memperpanjang masa penyimpanan.“Frozen food sekarang sudah semakin dilirik oleh konsumen sebagai salah satu pilihan makanan yang populer. Apalagi sekarang konsumen juga sudah mulai memahami bahwa frozen food itu tidak melulu soal penggunaan bahan pengawet”.
  4. Higienis: Menjaga kebersihan dari proses pembuatan dan penyimpanan frozen food tidak perlu lagi diragukan. Karena jika tidak, masa penyimpanan makanan yang akan menjadi taruhannya. Karena itu, para pengusaha kuliner yang menghadirkan produk frozen food pun meningkatkan pengawasan mereka dari segi kebersihan. Sehingga, makanan bisa lebih awet dan konsumen pun tidak perlu khawatir soal kebersihan.

 

Frozen food dan dimsum memang bukan produk baru bagi masyarakat yang sudah mengenal beberapa makanan seperti nugget atau sosis yang biasa dipasarkan dan disimpan beku sebelum dikonsumsi.

m3

Namun, beragam variasi jenis makanan frozen food kini hadir bukan hanya menu sederhana, tetapi menu yang biasa kita temukan di restoran.pada umumnnya Hal ini merupakan peluang usaha bagi para pelaku UMKM kuliner sebagai bagian dari adaptasi usaha untuk mengimbangi perubahan yang ada di masyarakat pada masa pandemic.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) yang dilaksanakan Jln.Merpati Cipayung -Ciputat Tangerang Selatan pada tanggal 21 Maret 2021 ini di ikuti oleh 4 Anggota Kelompok , 1 Dosen pembimbing dan 10 Masyarakat Perwakilan yang kita fokuskan atau targetkan di kalangan ibu rumah tangga tujuannya agar menambah produktivitas ibu ibu dalam menciptakan peluang usaha untuk mendapatkan laba atau menambah pendapatan untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Kegiatan PKM yang kami laksanakan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dikarenakan masih dalam masa new normal maka hanya 10 peserta yang menghadiri kegiatan ini. Peserta kegiatan ini bertempat tinggal di jl. Merpati cipayung – ciputat , tempat ini kami pilih karna ibu – ibu di jl.merpati ini sangat aktif dan penuh semangat sehingga cocok sekali sebagai target dalam penyampaian materi dan pelatihan kegiatan pkm kami.

Dalam pelaksanaanya kami berusaha agar mereka tidak merasa bosan akan kehadiran kami. Karena itu kegiatan PKM ini ibu ibu dapat langsung turun tangan dalam membuat produk dimsum dan kami juga mengadakan games dan pemberian snack kecil – kecilan  serta souvenir yang bisa di jadika kenangan – kenangan dari kami.

m2

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) diadakan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang yang dibimbing oleh Dosen S1 Akuntansi yaitu Indawati S.E.,M.M terdiri dari 4 mahasiswa yaitu Nurul Fajriyah,Andini roswanti,  Nandang ridwan setiawan, Diana harahap.

Demikianlah hasil PKM kami yang dapat kami ceritakan bersama kelompok ibu – ibu jl. Merpati yang sangat bersemangat kami dan semoga  adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi ibu rumah tangga lainnya dan bagi pembaca dalam meningkatkan produktivitas di saat pandemi untuk mendapatkan laba dan sebagai bentuk motivasi juga untuk kami sebagai mahasiswa.

Ed by Admin