PKM Dosen “Sosialisasi Perpajakan dan Pengenalan Sosial Media Marketing” pada Ibu-Ibu PKK Kelurahan Ciater

Penulis: Siarwi,SE.,MM

siar

Tangsel, Bertempat di Balai Pertemuan kantor Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (01/04/2021) pagi, Pukul 9.30 Wib sampai dengan selesai, Kami dari Tim Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM) yang berjumlah 5 dosen yang di komandoi oleh Bapak Heri Iswanto S.kom, M.M., dengan pemakalah Bapak Taslim Syahputra, SIA, M.Ak, BKP  dan Bapak Anis Syamsu Rizal, S.Pd.I., M.Pd., dengan anggota Ibu Siarwi, S.E.,M.M dan Bapak Haryono, S.H., M.M., M.H. serta di bantu oleh beberapa mahasiswa dan mahasiswi, sudah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dalam kesempatan kali ini adalah, para dosen memberikan sosialisasi perpajakan dan sosialisasi media social marketing kepada Ibu-Ibu Team Penggerak PKK  Kelurahan ciater, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini terselenggara berkat adanya kerja sama antara Pak Lurah Ciater yaitu Bapak Rahmat Kurnia, S.H., yang menyambut baik akan adanya kegiatan PKM ini. Dan menyampaikan Bahwa dalam masa keprihatinan di masa pandemi Covid-19 yang masih melanda seluruh dunia dan juga negara Indonesia, mengingatkan kembali agar Para peserta dari Ibu-ibu Team Penggerak PKK maupun para Dosen, wajib mematuhi acara sesuai protokol kesehatan.

siar1

Seperti yang kita ketahui, Digital marketing memungkinkan pembeli memperoleh seluruh informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet, dan memungkinkan penjual memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon pembeli tanpa batasan waktu dan geografis. Penelitian yang pernah di lakukan pada ibu-ibu PKK, sangat merasakan begitu besar manfaat yang diperoleh dengan menggunakan sosial media sebagai sarana kegiatan pemasaran hasil industri rumahannya. hal ini mengindikasikan bahwa digital marketing sangat potensial untuk dikembangkan (Pradiani, 2017) yang sejalan dengan pernyataan berdasarkan alasan atau motivasi pemasar menggunakan media sosial (antecedants) dan target dari progam pemasaran (consequences) yang dapat diraih dengan menggunakan media sosial. Pelanggan akan mendapatkan stimulus dari promosi yang dilakukan pemasar, keluarga, teman, atau komunitas online, untuk menjadi aktif shopping. Stimulus tersebut dapat datang terus menerus di dalam media sosial. Implikasi pemasar terhadap evolusi tersebut adalah brand harus dapat menyebar dan fleksibel, brand harus membangun komunikasi dengan pelanggan dan calon pelanggan (Pratama, 2015).

Boleh kita mengambil keuntungan dari social media akan tetapi jangan lupa juga dengan kewajiban yang satu ini, sebagai pengguna media social di Indonesia yang baik dan cinta tanah air, yaitu kewajiban membayar pajak. Dengan pengetahuan akan adanya kewajiban sebagai warga negara, yaitu salah satunya menjadi warga negara yang taat pajak serta pentingnya pajak bagi pembangunan bangsa maka akan tertanam kesadaran untuk membayar pajak di kalangan Ibu-ibu PKK.

Apalagi jika pembentukan karakter sadar pajak ini tidak hanya dilakukan oleh satu dua ibu tetapi seluruh ibu tiap-tiap keluarga di Indonesia. Tiap Ibu tidak hanya membentuk karakter anak sadar pajak namun juga keluarga sebagai lingkup kecil masyarakat turut sadar pajak. Sehingga membangun generasi emas sadar pajak tidak hanya menjadi beban dan kewajiban Direktorat Jenderal Pajak tetapi didukung oleh masyarakat.

Sejak berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu nilai uang 50 ribu rupiah semakin meningkat. Mulai masa pajak Juli 2018 sesuai PP 23 tahun 2018 dicantumkan bahwa tarif pajak untuk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) turun menjadi 0.5% dari peredaran bruto/omzet tiap bulan.

Nominal Rp50 ribu memang terasa tidak besar, namun jika seluruh UMKM yang ada di Indonesia yang berjumlah hampir 60 juta pelaku UMKM terdaftar sebagai wajib pajak dan melakukan pembayaran sebesar 50 ribu rupiah, maka akan didapatkan penerimaan pajak Rp3 triliun tiap bulan.

Editor by Juli Ismanto