PRESS RELEASE KELAS TAX CENTER (KTC) “Diskusi PPh Pasal 21 & Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Desember”

Penulis: Safitri Anggraini (Mahasiswa tax center)

tax_c

Indonesia adalah negara yang saat ini sedang aktif melaksanakan pembangunan nasional. Dalam menjalankan pelaksanaan pembangunan tersebut pemerintah membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diketahui bahwa sektor pajak merupakan salah satu sektor yang menjadi sumber terbesar pendapatan negara yang diharapkan dapat menjadi sektor pendukung dalam pembiayaan pembangunan. Pajak merupakan penerimaan yang paling potensial bagi keberlangsungan pembangunan Negara Indonesia karena pajak meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas dan taraf hidup masyarakat Indonesia. Pajak menciptakan kemandirian bangsa tanpa harus menggantungkan harapan kepada negara lain seperti pinjaman atau bantuan luar negeri. Jenis pajak yang paling berpotensi jumlahnya adalah Pajak Penghasilan (PPh). PPh pasal 21 merupakan salah satu jenis pajak penghasilan yang memberikan kontribusi besar terhadap negara.

Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak yang dikenakan terhadap penghasilan orang pribadi dalam negeri berupa gaji, upah, honorium, tunjangan, dan pembayaran lainnya. Karena memiliki dampak yang signifikan bagi negara, maka diperlukan kesadaran yang besar dari wajib pajak untuk menyetorkan dan melaporkan PPh Pasal 21. Ada tiga urgensi kenapa melaporkan SPT PPh Pasal 21 masa Desember itu penting, diantaranya adalah menghindari sanksi administrasi, sebagai bahan evaluasi, dan pelaporan daftar biaya. Untuk mampu melaporkan SPT PPh Pasal 21 masa Desember diperlukannya kemampuan dalam perhitungan PPh Pasal 21 masa Desember tersebut. Namun masih banyak kalangan yang mempertanyakan bagaimana cara perhitungan PPh Pasal 21 masa Desember. Mengingat formulir SPT Masa PPh Pasal 21 yang baru ini sudah tidak ada lagi mengakomodasi jumlah PPh Pasal 21 yang sudah disetor di masa Januari-November.

Dalam hal ini maka Tax Center Universitas Pamulang hadir dalam mengadakan suatu kegiatan yaitu Kelas Tax Center atau KTC dengan tema “Diskusi PPh Pasal 21 & Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Desember” sebagai media bagi mahasiswa dan wajib pajak baik WPOP maupun WP Badan dalam mendalami dan memahami mengenai pajak penghasilan pasal 21. Yang diselenggarakan pada hari Selasa, 22 Desember 2020. Dengan narasumber yang luarbiasa dan dalam ahlinya yaitu narasumber pertama Bapak Taufik Hidayat, S.Ak., BKP, beliau merupakan dosen tetap Universiitas Pamulang sekaligus sebagai manajing partner kantor konsultan pajak terdaftar. Narasumber kedua yaitu Nurul Hasanah, S.Ak , beliau merupakan alumni sarjana akuntansi universitas pamulang yang sekarang bekerja menjadi staff kantor konsultan pajak TAT & Partner.

Kegiatan kali ini dihadiri oleh 47 peserta dimana selain mahasiswa Universitas Pamulang serta beberapa dosen dan juga dihadiri dari Kantor Khoulah. Acara ini berlangsung selama tiga (3) jam yang dibuka dengan sambutan oleh ketua relawan pajak yaitu Safitri Anggraeni, kemudian dilanjutkan oleh ketua tax center yaitu Ibu Wahyu Nurul Hidayati, S.E., Ak., M.Ak. Tak lupa sambutan penting sekaligus sambutan kunci dari Ibu Listiya Ike Purnomo, S.E., M.M. selaku wakil program Studi Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan manfaat kepada mahasiswa khususnya serta masyarakat pada umumnya sehingga memberikan pengetahuan tambahan mengenai PPH 21 dan PPH 21 masa Desember baik dari segi materi, perhitungan sekaligus pengaplikasiannya di dunia kerja nanti.

Ed.by J