PKM Dosen “Strategi Pemantapan Marketplace Guna Peningkatan Omzet Pada Situasi Pandemi Covid19 UMKM “Sahabat Ibu” Tangerang Selatan”

Penulis: Muhaammd Ridwan S.E., M.M.

Editor: Afridayani

Dosen Universitas Pamulang (Unpam) dan unit usaha mikro dan kecil menengah [UMKM} “Sahabat Ibu” yang terletak di desa Suradita, Cisauk,  Tangerang Selatan, Kamis (5/11) menggelar forum group discussion (FGD) guna membongkar seluk-beluk digital marketing.

Kegiatan yang dihelat di Kampus Universitas Pamulang, Jl. Surya Kencana No. 1 – Pamulang, Tangerang Selatan ini berlogo “Strategi Pemantapan Marketplace Guna Peningkatan Omzet Pada Situasi Pandemi Covid19 UMKM “Sahabat Ibu” ini dihadiri langsung oleh pimpina UMKM Sahabat Ibu yaitu Ibu Euis dan para mahasiswa Universitas Pamulang juga para dosen Lyandra Aisyah Margie, Adithia Putri Pratiwi, Habibah, Muhammad Ridwan dan Afridayani selaku Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

af2

Ibu Euis, pimpinan UMKM “Sahabat Ibu” sangat terkontribusi dengan adanya PKM dari dosen Universitas Pamulang, dengan merasakan adanya penyegaran baru terhadap system penjualan produk dengan cara Online yang dirasakan sangat membantu kelancaran penjualan produknya berupa Sambal Tuna Lebon.

Peserta yang hadir dalam kegiatan PKM tersebut semua sudah mengikuti protocol kesehatan guna mengindahkan pemerintah dalam memutus mata rantai pandemic covid19,  dimana para peserta duduk berjarak dan diwajibkan mengenakan masker.

Ibu Lyandra A. Margie selaku nara sumber yang sangat mumpuni dibidang Marketplace, karena beliau sudah terjun langsung dalam marketplace Shopee, Lazada dan Tokopedia dengan memiliki 4 toko yang sampai saat berita ini di release sudah meraup keuntungan ratusan juta rupiah, hal ini yang mendorong kami para pelaku PKM dan usaha UMKM tertarik untuk belajar dan mencari celah agar usaha UMKM sahabat ibu dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Sementara itu, Ketua UMKM “Sahabat Ibu” yaitu Ibu Euis yang sejatinya sudah menampilkan produknya pada salah satu marketplace ternama di Indonesia, namun masih terkendara dengan adanya aplikasi Free Ongkir yang belum dapat terealisi dikarenakan kendala teknis semata. Maka PKM ini diharapkan mampu untuk dapat menjembatani antara peserta PKM baik Dosen dan Mahasiswa dengan masyaratkat setempat wabil khusu UMKM Sahabat Ibu yang terletak di Suradita tersebut, sehingga kedepan usaha UMKM Sahabat Ibu bias berkembang lebih jauh lagi dan dapat memiliki usaha kecil lainnya sebagai bentuk expansi usaha yang mereka emban selama ini.

“Kita sudah punya ruang masak dan ruang display sendiri yang sudah terpisah antara usaha UMKM dengan kebutuhan pribadi, beda dengan 2 tahun kebelakang, masih menyatu antara usaha UMKM dan Keperluan pribadi, hal ini karena banyaknya masukan dari pihak luar yang memberikan advise kepada kami akan pentingya segi pemisahan manajemen antara usaha UMK dan kepentingan pribadi.” papar ibu Euis selaku pimpinan UMKM sahabat Ibu.

Harapan kedepan, pelaksanaan PKM dosen Universitas Pmulang ini dapat lebih luas lagi sektornya tidak hanya Unit UMKM wilayah Tangerang selatan, namun harus bisa merambah ke wilayah Serang-Banten.

Edisi release by J