Press Release PKM Dosen “Pembuatan Sabun Cuci dari Minyak Jelantah dan Tas Multifungsi dari Limbah Bungkus Kopi Pada Lapak Pemulung, Lapak Pinang Kalijati Pondok Labu”

Penulis: Heri Iswanto S.Kom, M.M.

Terdapat perumahan kumuh di belakang gedung-gedung mewah Jakarta, hanya sebagian kecil orang mengetahui ada banyaknya keluarga tinggal di rumah yang hanya berbahan beberapa kayu untuk tetap memperkokoh rumahnya dan selebihnya adalah kardus. Semua yang tinggal disana adalah pemulung, bahan-bahan untuk membuat rumah, mereka dapatkan dari hasil memulung.

Memulung barang-barang bekas adalah satu-satunya pekerjaan yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan sesuap nasi, supaya mereka dapat bertahan hidup. Mereka hanya berpikir untuk makan hari ini, hari esok dan hari-hari berikutnya. Hanya itu yang mereka inginkan, karena memikirkan keinginan-keinginan lain yang memang mereka inginkan, tapi itu hanya sia-sia dan impian semata. Impian yang tidak pernah terkabul, seperti mereka ingin mempunyai sebuah rumah yang berbahan dasar semen dan batu bata yang sangat kokoh, sehingga mereka tidak akan mengalami kebocoran ketika hujan dan tidak merasakan terik matahari masuk ke celah-celah rumah seperti layaknya rumah kardus mereka.

Akhir-akhir ini berita mengenai limbah plastik semakin mengkhawatirkan. Pasalnya limbah plastik ini bukan hanya ada di daratan saja, melainkan di lautan. Namun tak semua yang berbahan plastik harus berakhir menjadi limbah. Pasalnya ada pula yang menggunakan plastik sebagai bahan kerajinan dan juga meningkatkan kreativitas. Salah satu yang sering digunakan ialah bungkus kopi. bungkus kopi sendiri cukup sering dikreasikan menjadi berbagai hal seperti dompet maupun tas, terutama oleh para ibu-ibu pelaku UKM.

Cara membuat  tas dari bungkus kopi ini termasuk ramah lingkungan. Karena bisa membantu untuk mengurangi sampah plastik. Selain itu, tentu saja hasil dari kerajinan ini bisa digunakan dan juga ramah lingkungan. Untuk cara membuat tas dari bungkus kopi ini pun membutuhkan tingkat kreativitas serta keahlian. Tapi bila kamu belum bisa dan mengetahui cara membuat tas dari bungkus kopi, kita bisa berlatih secara mandiri ataupun dengan bantuan orang lain.

Karena sampah plastik sendiri termasuk dalam jenis sampah yang susah terurai, maka mendaur ulang dengan cara membuat tas dari bungkus plastik ini patut untuk dicoba. Bahkan tas daur ulang ini bisa digunakan untuk menaruh barang saat berbelanja.

Kami para dosen akuntansi fakultas ekonomi yang terdiri dari Heri Iswanto, S.kom, MM., Anis Syamsu Rizal, S.Pd.I., M.Pd., Siarwi, S.E.,M.M, Haryono, S.H., M.M., M.H,   Taslim Syahputra, SIA, M.Ak, BKP  dan beberapa mahasiswa tergerak untuk  mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tridarma, kegiatan ini dihadiri oleh para penghuni lapak dan beberapa perwakilan dari YAyasan Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) sebagai mediator kami dengan para penghuni lapak. Pelaksanaan PKM dilakukan pada hari Sabtu, 27 Juni 2020.  mengingat dalam masa pandemi COVID 19 maka kegiatan kami batasi dari peserta yang hadir  dan proses pelaksanaan kami buat tidak terlalu lama tetapi tidak mengurangi isi  materi yang diberikan. Protokol kesehatan  kegiatan dalam masa pandemi ini masih tetap diberlakukan dengan menggunakan masker bagi setiap yang hadir, mencuci tangan sebelum masuk ruangan dan pembatasan jumlah peserta yang hadir.

Hasil  pelaksanaan  PKM  yang  dilakukan  pada hari Sabtu, 27 Juni 2020 dengan peserta adalah penghuni lapak pinang kalijati, Pondok Labu menunjukkan bahwa :

  1. Kegiatan yang  dilaksanakan  untuk  penghuni lapak pinang kalijati, Pondok Labu adalah  kegiatan  menambah pengetahuan dan pengalaman mereka mengenai cara dan manfaat dari Pembuatan sabun cuci  dari minyak jelantah dan tas multifungsi dari limbah bungkus kopi. Dalam hal ini dosen membantu mereka belajar mengenai cara Pemanfaatan limbah dan barang bekass.
  2. Para penghuni pemulung, Lapak Pemulung, lapak Pinang Kalijati Pondok labu sangat senang dengan materi yang mereka dapat dari dosen- dosen akuntansi Universitas Pamulang mengenai Pemanfaatan Barang Bekas dan berharap akan dilakukan regular untuk tahun tahuan yang akan datang.

1

 

Respon dari Para penghuni pemulung, Lapak Pemulung, lapak Pinang Kalijati Pondok labu sangat baik karena mereka sangat terbantu dengan adanya PKM dari para dosen Akuntansi Universitas Pamulang , menambah pengetahuan dan pengalaman mereka mengenai Pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah dan tas multifungsi dari limbah bungkus kopi pada Lapak Pemulung, Lapak Pinang Kalijati Pondok Labu.

Para guru serta Para penghuni pemulung, Lapak Pemulung, lapak Pinang Kalijati Pondok labu berharap akan ada kelanjutan PKM yang dilakukan di lapak mereka oleh dosen-dosen dari Universitas Pamulang.

Editor by July