Prodi S1 Akuntansi Menyelenggarakan Seminar Nasional Akuntansi Syariah

seminar-syariah

  semnas-syariah-2

  Tangerang Selatan (4/10/2018) Program Studi S1 Akuntansi bekerja sama dengan IAI KAPd Banten akan menyelenggarakan Seminar Nasional Akuntansi Syariah yang bertemakan “Sharia Accounting Crucial to Meet Challenge of Industry 4.0”.

  semnas-syariah

  Pada awal acara sebelum seminar dimulai dilakukan 9 penandatanganan MOU antar Prodi S1 Akuntansi Unpam dengan BEI, PT. Lotus Andalan Sekuritas, PT. Zahir Internasional, STEI Tazkia, STIE Banten, Desa Jampang Bogor (Desa Binaan), PT. Consultax, PT. Bahana Marga Samudra, PT. Tripanoto Sri Consultant.

  Seminar Nasional ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 4 Oktober 2018. Acara dimulai pukul 08.00 dan bertempat di Auditorium Unpam Kampus Viktor Lt. 8.

  Pada Seminar Nasional Akuntansi Syariah kali ini menghadirkan narasumber yaitu Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec., Ph.D., CPA., CA (Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga) dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc (Ketua STEI Tazkia, Bogor, Public Speaker, Motivator, Penulis Buku Sakinah Finance).

  semnas-syariah-3

  Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono mengatakan bahwa Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja. Sehingga dengan adanya Financial technology membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif.

  Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc mengatakan bahwa Shariah Finance memainkan peran penting dalam era global, khususnya di Indonesia karena memiliki lokasi yang strategis, populasi yang besar, sumber daya yang melimpah, ekonomi yang tangguh, terdiversifikasi & cukup besar, dan negara demokrasi yang matang dengan banyak proyek infrastruktur yang akan dibiayai. Untuk itu industri membutuhkan pendekatan yang sistematis dalam mengatasi tantangannya, diantaranya : Dorongan yang didalangi dari Pemerintah, Peraturan, Inovasi Struktur Syariah, Instrumen Likuiditas & Hedging, Industri Pendukung Penting, & Pasar Sukuk Korporat yang Cukup Besar.

  Pada akhir acara, ada sesi tanya jawab dari mahasiswa sebagai peserta seminar kepada kedua narasumber. Selanjutnya acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi penanya terbaik.