Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis Kurikulum KKNI dan Modul ISBN

img-20180301-wa0044

  img-20180301-wa0026

  Pada tanggal 1 Maret 2018, tim teaching dan koordinator masing-masing mata kuliah hadir untuk berkoordinasi dalam penyusunan RPS berbasis kurikulum KKNI dan Modul ISBN. Acara ini dimulai pukul 09.00 dan bertempat di ruang 218.
Kurikulum KKNI perlu diterapkan pada program studi dari suatu perguruan tinggi. Adanya globalisasi telah mengakibatkan perubahan keseluruhan kehidupan bermasyarakat, tidak terkecuali sektor pendidikan dan ketenagakerjaan. Mobilitas mahasiswa dan tenaga kerja antar negara memberikan tantangan bagi perguruan tinggi untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat global terhadap hasil pendidikan yang dilakukannya.

  Kerangka kualifikasi adalah instrumen untuk menentukan jenjang kualifikasi berdasarkan deskripsi capaian pembelajaran. Deskripsi tersebut merupakan alat untuk memetakan keahlian dan karir seseorang, serta mengembangkan kurikulum pendidikan. Capaian pembelajaran merupakan pernyataan tentang apa yang diketahui, difahami dan dapat dikerjakan oleh seseorang setelah menyelesaikan proses belajar. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja.

  img-20180614-wa0024

  Shinta Ningtyas Nazar, S.E., M.Acc., Akt., C.A. selaku koordinator kurikulum KKNI mengatakan bahwa “Pada Kurikulum KKNI, capaian pembelajaran didefinisikan sebagai kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja. Capaian pembelajaran merupakan penera (alat ukur) dari apa yang diperoleh seseorang dalam menyelesaikan proses belajar baik terstruktur maupun tidak. Rumusan capaian pembelajaran disusun dalam 4 unsur yaitu sikap dan tata nilai, kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan wewenang dan tanggung jawab”.

  img-20180614-wa0025

  Pada pelatihan tersebut para dosen sebagai tim teaching dari tiap mata kuliah saling berdiskusi sesuai dengan rumpun mata kuliah masing-masing. Mereka saling berdiskusi untuk menentukan capaian pembelajaran dari masing-masing mata kuliah. Selanjutnya menentukan tujuan pembelajaran, setelah itu menyusun modul tiap mata kuliah.